Cahaya mentari
terasa menyengat pada sekujur permukaan kulit tubuh ini, belum usai Topan
menenggak sebotol aqua sebagai penghantar kesejukan ia harus membuka tas
Ranselnya untuk mengambil handuk kecil yang tertinggal didalam, maklum keringat
mulai keluar silih berganti dari lubang pori-porinya. Topan menatap pemandangan
di sekeliling nya,pandangan nya terarah pada tempat duduk yang kosong
dihampirinya lalu duduk sambil mengelap keringat.
Terminal Bus (
Terminal lama) siang ini tampak lengang tak seperti biasanya Topan
melihat jam tangannya masih menunjukan jam 12.30 WIB Heh…Topan menghenduskan hidung
nya serasa kesal karna ingin melanjutkan perjalanan nya ke Kota malang Sore
harinya, topan kembali menatap pandangan sekeliling nya tak jauh dari tempat
duduknya Topan melihat seorang gadis
yang keliatan nya ingin membeli sesuatu dari bakul rokok asongan, secara
tiba-tiba tangan nya mulai merogoh sakunya he..he…Topan tersenyum kebetulan
Rokok gue habis.
Topan berdiri dengan cepat menghampiri bakul asongan, tampak
si mas bakul asongan kebingungan, Sambil mesam-mesem Topan bertanya kenapa mas? Enggak…mba ini membeli permen
duitnya kegedean nggak ada kembalinya” jawabnya, oh itu masalahnya begini aja
deh,daripada mas capek nukerin duitnya kesana-kemari mending pake duit saya
saja kebetulan saya juga mau beli rokok ya..kan mba? Desak Topan” tapi kan kita
belum kenal ! sela gadis tersebut lagi pula aku kan gak enak ngerepotin, Topan
tersenyum matanya mengarah tajam kea rah si gadis tersebut eeh..gak apa-apa kok
mba, kan saya juga gak tiap hari bayarin mba, kalau masalah kenal gak kenal
kita kan bisa kenalan iya gak mas! Topan menyenggol lengan bakul asongan,
kembali topan melirik wajah si gadis
sambil tersenyum mengiyakan, Topan membuka dompetnya lalu membayarnya, kemudian
menghampiri gadis tak dikenal tersebut lalu langsung menyodorkan tangan nya”
nama saya Topan nama anda siapa?
Gadis itu pun menyambut perkenalan yang di
tawarkan topan nama saya Risda, Senang berkenalan denganmu jawab risda, sama-sama topan pun membalas Kok
sendirian seh ris? Topan Bertanya, iya neh habis temanku tidak bisa nganter
katanya seh ada ujian”waduh bahaya tuh tutur Topan cewek se cantik kamu jalan
sendirian nanti kalau ada yang ganggu gimana? Kan ada topan tegas Risda,
mendengar penjelasan Risda wajah topan langsung berubah memerah sambil
cengar-cengir nggak karuan tangan nya menggaruk-garuk kepalanya, melihat
gelagat topan seperti itu Risda langsung mengalihkan pembicaraannya,
Topan..katanya, makasih ya! Tadi kamu sudah bayarin saya permen, oo..iya
makasih kembali kamu juga udah mau saya beliin permen, Ngomong-ngomong kamu mau
kemana Ris? Aku mau ke Surabaya kamu Pan mau kemana? Topan tidak menjawab
langsung matanya tertuju pada tas Ransel dan bangku kosong di samping nya,
Risda ngobrolnya di situ aja yuk?itu di tempat duduk yang kosong di samping nya
ada tas ransel warna biru itu Ranselku, kalau kita ngobrol di sini nanti tas
ranselku gak ada yang jagain bisa hilang kan berabe nanti, Setelah mereka duduk
berdampingan Topan berkata Ris tadi kamu
Tanya apa? Huh..kamu ini gimana seh Pan! Baru segitu aja udah lupa! Balas Risda
Iya deh sory..jangan marah dongTopan sedikit merayu bibirnya menawarkan senyum
Risda pun serasa tak kuasa melihat senyuman Topan, Risda kembali mengutarakan
pertanyaannya Topan mau kemana? Mau ke Eeee..Rencana nya seh banyak ada
beberapa kota yang mau aku datangi termasuk tapi aku mau mampir Dulu di Soalnya aku punya teman di sana Jawab Topan, Dimana Pan aku kan punya
teman juga di malang kata risda, Rumah temanku Di Perumahan sekalian mau mampir ke tempat wisatanya itu
lho…Pemandian air belerang dibawah kaki Gunung kata topan tempatnya
bagus pokoknya asikkk deh, Topan langsung menyambung pembicaraan nya lagi Risda emang mau apa?mendengar pertanyaan Topan seperti itu Risda tampak
kikuk gugup seperti ada sesuatu yang di rahasiakan dalam hatinya ia bertanya
apa aku harus berterus terang? Ahhh…tidak! Pan rumah temanku di Perumahan Risda datar. Lho kamu ini gimana seh Ris?aku kan Tanya kamu ke
Surabaya ngapain? O…iya sory Pan aku ada urusan di sana, kamu gak kuliah? Tanya
Topan lagi..nggak jawab Risda, terus di Jogja juga ada urusan? Nggak aku main
ke tempat teman SMA ku kamu sendiri pan? Risda balik bertanya aku sedang
berpetualang aku asliku dari dulu aku kuliah Di Universitas , Untuk menambah ilmu dan wawasan di luar aku
pilih untuk berpetualang Alhamdulilah Kedua Orang tuaku mau mengerti dan memahami keadaanku saat ini, wah kamu
hebat pan kamu bener-bener petualang jarang
lho orang yang sedang menghadapi suatu
kejenuhan yang sangat berat tapi masih tetap optimis dalam menjalani roda
kehidupan” Puji Risda, yaa..beginilah aku Ris Oh iya neh aku sendiri udah
cerita panjang lebar kamu sendiri aslinya dari mana Ris? Tanya Topan Risda
terdiam bukan nya menjawab malah melihat jam tangan nya ternyata sudah jam
17.20 wah tidak teras sudah sore juga ya baru selesai Risda berucap ternyata
handphone dalam tas risda berbunyi, Risda agak sedikit menjauh menerima
telephone selang dua menit, ia kembali menghampiri Topan dan berkata Pan
kayaknya kita harus berpisah dulu aku harus berangkat segera karna besok pagi
aku harus…..harus apa ris? Tanya Topan, harus menemui mu di Kota malang,
mendengar ucapan risda seperti itu Topan seperti terkena Stroke badan nya kaku”
Pan Temui aku besok pagi jam !0.00 di Hotel depan pertokoan Hero alun-alun masalah asal usulku nanti aku ceritakan, Risda pun melangkah menuju bus
Patas jurusan topan hanya memandang,i
dalam langkahnya Risda menyimpan perasaan simpatik terhadap Topan yang
seharusnya itu tidak boleh ada, begitu pun dengan Topan tatapan nya selaksa member
isyarat untuk mengenal lebih jauh, Topan pun melangkah kan kakinya menuju Bus
jurusan Malang yang memang hampir berbarengan berangkat. Di dalam Bus Risda
merenungi pertemuan Singkatnya dengan Topan ia merasa ada sesuatu yang lain
setelah pertemuan nya, namun ada sesuatu ganjalan pada dirinya ia tidak ingin
Topan mengetahui kehidupan nya terlalu jauh. Sementara itu di lain Bus Topan
sudah tertidur dibawa mimpi dan sejuknya Udara malam. Sekitar Pukul 01.00 dini
hari Bus Patas yang di tumpangi Risda pun samapi di terminal Bungur Asri, baru
Turun dari Bus yang di tumpanginya sudah ada se orang pria setengah baya yang
menjemput, macet Ris? Tanyanya oo…tidak mas Risda pun melangkah dengan Pria
Setengah Baya Menuju BMW nya, pagi harinya kira-kira jam menun jukkan pukul
08.00 Pagi Risda sudah di antar kembali oleh pria tersebut ke terminal , klek..Pintu mobil sebelah kiri terbuka bener neh kamu mau buru-buru pergi
ke Malang?apa kamu gak capek? Nggak kok mas”apa gak sebaiknya menginap semalam
lagi, nggak deh mas terima kasih, Rima langsung masuk ke dalam taxsi, taksipun
melaju menuju kota . Sementara itu Topan Sedang asik menikmati air
Malang, ia sedang mandi di tempat teman nya byur byur tra la la la la ….pan elo
keliatan nya senang banget? Tanya kawan nya iya dong sahut topan bro nanti aku
pinjam motornya yach! Mau kemana Pan..?kan kita mau ke kawan nya
berteriak”nanti aja ke nya karna ada yang lebih penting! Terserah deh
jawab kawan nya, selesai mandi Topan langsung melaju menuju Hotel sesampainya di sana ia duduk
menunggu tangan nya merogoh kantong ia
menyalakan korek api untuk membakar rokok yang menempel di telinganya, sedang
asik menikmati Rokok tiba-tiba ada suara memanggil Topan menoleh ke kiri
ternyata Risda ia pandangi wajah Risda yang tampak ceria, Topan pun tidak dapat
mengingkari bahwa dirinya memang mengagumi juga tertarik pada seorang Risda,
Pan kok bengong seh Sapa risda udah lama nunggu yah? Sambil memegang Tangan
Topan Rima minta di bawakan Tas nya kedalam” Pan tolong bawakan tasku dong ke
dalam, Risda terus menggandeng tangan kiri Topan sementara yang kanan membawa tas yang
berisi pakaian,klek pintu kamar terbuka Pan bisa tunggu di luar aku mau ganti
pakaian kita ada vila temanku disana, katanya mau cerita
cetus Topan, Iya nanti aku ceritakan semua nya di villa, ok siap jawab Topan
sambil melangkah ke luar kamar, selang beberapa menit Risda Keluar dan langsung
menuju Villa didaerah batu tepatnya di Selekta, Sesampainya Di villa wuihhh
dingin banget ya padahal belum sore-sore
Amat iya sahut Risda, Pan ini kuncinya Topan pun bergegas memakirkan motornya
dan membukakan pintu-pintu di villa tersebut, Pan Risda pun protes setelah
masuk ke dalam villa tutup aja lagi pintu-pintunya dingin tahu berrrrr…oh iya
sory-sory sahut topan, wah kamarnya ada satu neh teriaak risda, Topan menyahut
Ya udah aku bobo di luar jawab nya jangan dong tar masuk angin sahut Risda
Sambil tersenyum, Ini jaketnya Ris Teriak Topan, tolong dong bawakan kemari
pan, Topan bergegas masuk membawa jaket di taruh mana Ris? Jaketnya simpan di
pojok sana saja dekat cermin, tampak Risda Sedang duduk di atas tempat tidur,
ketika berbalik tepat pandangan nya mengarah ke wajah Risda Tampak Risda sedang
menatap Topan dengan tatapan matanya yang kosong, Topan pun dengan langkah
perlahan mendekati Risda dalam hati kecilnya ia ingin bertanya tentang Asal-
usul Risda, setelah mereka saling berhadapan, kata-kata tersebut menghilang
seketika yang tampak hanyalah empat sorot
mata saling menatap” Pan apakah kau mencintaiku..sayang sama ku…Tanya risda?Topan
diam tak menjawab tangan nya meraih tangan risda kemudian di genggam nya, Topan
mencium bibir Risda yang tampak merah berseri, Risda pun membalas nya tak
sadar, sesaat saja pakaian mereka terlepas satu persatu, mereka asik bercinta
tanpa memperdulikan hal apapun hingga batas terakhir, tampak mereka tertidur
lelap layaknya sepasang suami istri yang sedang kasmaran menikmati bulan
madunya, Pagi -pagi Topan terbangun dan betapa terkejutnya ketika melihat
sekeliling nya bahwa ia hanya se orang diri. Dengan gusar Topan memanggil –
manggil nama Risda, tetapi Risda sudah tidak ada yang ada hanyalah sepucuk
surat di samping cermin tempat dimana Topan meletakkan Jaketnya, Topan melangkah
Perlahan di ambilnya sepucuk surat tersebut”
Topan aku harus pergi walaupun sebenarnya aku ingin selalu berada
di dekatmu , menghabiskan hai-hari denganmu tetapi itu tidak mungkin karna aku
adalah se orang wanita penghibur yang harus melayani siapa saja tamuku, semua
itu kulakukan untuk sebuah harapan juga impianku,pertemuan singkat dengan mu
sangat mengesankan buatku, akupun tak mau membohongi diri sendiri kalau aku mengagumimu
menyukaimu, ada sebait makna yang tersimpan setelah pertemuanku dengan mu wahai
sang pangeran dan itu akan ku simpan selamanya, Topan aku ingin kamu menerima
kenyataan pahit ini, yang benar-benar ada dalam kehidupan ini. Lanjutkan
perjalananmu sang Petualang, Tolong kunci Villa letakkan saja di bawah Pot bunga
dekat gerbang, lusa atau nanti jikalau
waktu mengijinkan kita bertemu kembali jika itu memang benar terjadi aku ingin
bertemu kembali sudah dalam suasana yang berbeda, Grek ceklek…Topan menutup
Gerbang Depan villa, Matanya menatap Langit seperti meminta pertolongan, beberapa
detik kemudian Topan sudah Meninggalkan v illa tersebut dengan langkah pasti.