Pages

Thursday, May 3, 2012

Vespa Tua

Tampak keindahan ketika mata memandang 
Bagai gemericik aliran air nan jernih di pedalaman rimba
Sekilas terbersit keunikan dalam hati
Sesuatu yang khas juga terdengar ketika suara knalpot berbunyi
Belum sempt menyentuhmu saja, sudah banyak rasa penasaran ini menyelimuti akal pikiran
Alur garis serta bentuk Nya mempunyai ciri tersendiri
Kemilau warna-warna cerahmu memikat mata tuk segera memilikimu
Tak ada habis - habisnya ketika Scooter jadi obrolan tuk dibicarakan
Terasa sekali kenyamanan saat menaiki mu
Tak lagi takut ketika hujan itu datang karna mesinmu tertutup Body mu nan sexy
Tak lagi was-was ketika banjir-banjir kecil di jalan itu datang
Karna sayapmu melindungi kaki ini
Scooter kamu Sexy Tak lekang Oleh waktu, tak habis oleh perputaran Zaman
Menggoda hati pencinta Scooter mania


By Anton Apollo

BerDjikir

Duduk bersila malam ini memutar membentuk sebuah lingkaran
Permadani menemani sebagai alas
Aroma mewangian misik menghiasi isi ruangan
Tasbih, sorban menjadi penghias media djikir malam ini
Tampak khusu ustad mengucapkan Ayat-ayat suci Al Quran
Di ikuti oleh para pendjikir
Sekejap saja ke khusuan itu merubah suasana
Ayat-ayat terus terlantunkan
Iramanya naik perlahan-lahan semakin kencang
Lampu-lampu dalam rumah pun sengaja dimatikan
Bulu-bulu kecil sekujur ttubuh mulai merinding, pori-pori seakan-akan bergetar
Menyatu merasakan nikmatnya ayat-ayat tersebut
Mata pun tampak terpejam tak ingin ketinggalan tuk segera mengikuti
Organ-organ tubuh lain menikmati nikmatnya berdjikir
Bergetar ke kiri ke kanan seperti merangkul kebesaran zat penciptanya
Terus bergetar se iring gemuruh ayat-ayat dilantunkan
Tak berlangsung lama ustad ustad menyudahi di tutupnya dengan lantunan ayat-ayat doa
Pendjikir lain nya pun mengangkat kedua tangan mengamini doa sang guru
Perlahan-lahan seluruh panca indra kembali ke keadaan semula
Keringat , letih, lesu menjadi satu
Jadikan Semangat yang selalu mengalir dalam aliran darah kehidupan
Jadikan malam ini indah, dari malam-malam lainnya

                                                                                            by Anton Apollo

Janji- Janji Manis

Janji-janji manis di temani sumpah serapah
Karib setia temani pidatonya
Atas namakan umat juga bangsanya
Tak pedulikan mereka yang hadir
Datang dari pedalaman...
Datang dari pinggiran...
Datang dari kaum tengahan
Mereka telah kehilangan daya pikir, cipta, rasa, Impian nya
Langkah mereka kepalan tangan nya, pandangan nya
Seolah perubahan untuk hidup dirinya
Tampak sorot mata mereka se olah sedang menghitung hari kehidupan nya
Saudaraku perempuan tua renta hadir
Pemuda desa yang kehilangan bukunya
Bapak-bapak yang telah kehilangan ide untuk hidupi anak istrinya
Langkah gontai mereka semangati para beruang tuk raih segala-galanya

                                                                                                                                        by Anton Apollo