Bunga Cinta Tumbuh Alami Dalam DiriKu
Seperti Layaknya Bunga Di Taman
Yang Menunjukkan Keindahannya
Bukan Bentuknya
yang dapat di petik di hirup aromanya
Lalu di buang
Hai Orang Bijak
Yang duduk sambil Termenung
Di Kedai-kedai Kebahagian
Hai Orang Suci
Yang Sila Sambil Berdoa
Di Latar-latar kehusuan
Hai Kemunafikan
yang mengaliri aliran darah
dalam tubuh mahluk
Hai kedengkian
yang menyelimuti akal pikiran
Hai ketakwaan
yang bersemayam di hati
Kusapa engkau semua hari ini
Apa kabarmu
Itu artinya juga mampu menyukaimu Berusaha Nyata membahagiakanmu
Setia janji sendiri untuk sebuah kebahagian
Sejati sebagai lelaki untuk menjagamu
Hingga akhirnya kecintaan sebagai mahluk
melangkahkan kaki ke pelaminan berjanji secara syah menikahimu
Waktu tak bisa di tawar terlebih di hentikan
Berjalan terus menggilas siapa saja
Hanya bisa di siasati oleh tangan-tangan terampil
Sekedar memanfaatkan waktu tersisa
Hingga pada akhirnya kita semua tiada tergilas perjalanan Sang Waktu
menikmati Se isi Bumi
Beragam aneka serta jalan nya.. seperti tetumbuhan subur di ladang berseri
Terkait norma adat istiadat di sekitarnya walaupun Ada terlepas dari semuanya
Karna harus bertahan
Terkadang tak terhiraukan atas apa yang sudah menjadi suratan
Semua berjalan tuk mencapai puncak kebahagian nya
Namun ada juga bahagia tanpa itu semua
seperti Sang kancil berlari riang kesana kemari sambil menikmati ketimun nya
Kehidupan adalah lahiriyah mereka pribadi
Semua berjalan Berdasarkan atas apa yang sudah menjadi kehendak dalam akal pikiran nya
Sayup-sayup terdengar suara Pujian itu.. Walau dari celah-celah kecil terus mengeluarkan suaranya.. Berjalan terus mengaliri garis-garis bumi.. Ter tatih-tatih mengusap semua khilafnya.. Ditempatnya berteduh masih tampak mentari pagi juga rembulan malam.. Tuk bekal disuatu masa diperjalanan amat teramat panjang.. Berharap keyakinan bisa menghantarkan ke singgasana sesungguhnya.. Lewati Semua balasan nya.