Bibirmu berteriak dendangkan nada-nada KehidupanJari jemari mu menggeliat nikmati cahaya Dunia
kaki-kanan Kirimu menendang - nendang seolah menolak dogma Kelak nantinya
Se isi ruangan penuh dengan jerit manis suara mu serta doa-doa, melebihi udara dalam ruang itu
Begitulah Ketika Kamu..Aku..Dia..Serta Mereka...Ketika Di Lahirkan..
Penuh Kebebasan Tuk menentukan Semuanya
Sepertinya Zat Maha Megah Nan Perkasa Sudah memberikan kebebasan itu Jauh sebelum kita berfikir tentang kebebasan saat Ini
No comments:
Post a Comment