
-->
Menjerit Jiwanya Ketika Sinar mentari Tak lagi Dapat Menyinarinya
Ketika Rembulan Malam Tak mampu lagi menenangkhan nya
Ketika Rembulan Malam Tak mampu lagi menenangkhan nya
Hanya ada satu Nama Dalam benaknya Teramat Dalam
Ketika Terbata -bata Nama itu Terucap dari bibirnya
Ketika Terbata -bata Nama itu Terucap dari bibirnya
Dalam Setiap Ucapan nya Seperti mengandung Ribuan nyawa
Ada Semangat Membara Terlihat Dari Kening jug...a Sorot Matanya
Ada Semangat Membara Terlihat Dari Kening jug...a Sorot Matanya
Ibu.....Ibu.....Ibu..... Nama itu Terus Terucap
Sambil menggenggam Jemarinya Erat
Perlahan - lahan terbangun..
Sambil menggenggam Jemarinya Erat
Perlahan - lahan terbangun..
Kemudian Berlari Seperti ada kekuatan besar dalam Nadinya..
Sambil berteriak Ibu...Ibu....Ibu...
Dalam dendam membara ia berlari Untuk KehidupaN
juga Untuk Sebuah Nama Ibu.
Sambil berteriak Ibu...Ibu....Ibu...
Dalam dendam membara ia berlari Untuk KehidupaN
juga Untuk Sebuah Nama Ibu.
No comments:
Post a Comment