Pages

Friday, April 27, 2012

Angsa Putih


Angsa putih menari Di awan jingga Tidur berselimutkan pelangi
Kukenakan Sabuk halilintar tuk sekedar menjumpaimu
meyapamu
Kucarikan cerita terindah pewanyangan dari ribuan dalang terhebat hanya untukmu
Kujaga selalu dinding-dinding hati ini agar selalu menyimpan kisah indahmu
Kubuatkan kamar kamar terindah tanpa tiang-tiang penyanggah seperti keindahan altar altar khayangan, untukmu berteduh bersemayam dalam kalbu ini.

                                    By Anton Apollo

Sang Waktu


Waktu tak bisa ditawar terlebih di hentikan

 Berjalan terus menggilas siapa saja

Hanya bisa di siasati oleh tangan-tangan terampil

Sekedar memanfaatkan waktu tersisa hingga pada akhirnya

 Kita semua tiada tergilas perjalanan      Sang waktu

By Anton Apollo

Wednesday, April 25, 2012

Halusinasi

Apalah beda tidur, tidak tidur nya
Ketika tidurnya saja mimpi-mimpi kecintaan mu yang menghampiri
Hanya panca indra luar tampak terlihat memejamkan mata
Sekujur tubuh kaku, tapi tidak dengan  organ-organ dalam tubuh
Seluruhnya merespon kehadiran mimpi-mimpi manja itu
Ketika terbangun tak jauh beda dengan tidur-tidur sebelum nya
Mereka bertanya? bukan kah cukup lama tidurmu..
Tapi mengapa tampak lesu, seolah -olah tak tertidur
Lalu mereka menasehati lagi? jangan biasakan bermalas-malasan
Iya, hanya kata iya mampu terlontar dalam ucapan nya
Tak mampu menerangkan tidurnya seperti meleknya
Malamnya, paginya, siang nya, sore nya
Mimpinya seperti perjalanan hari-harinya
selalu terbayang wajah itu termasuk pandangan matanya lentik jarinya keanggunan nya
Tak pernah lekang dari seluruh waktu
Detik, Menit, Jam dalam hidupnya

                                                                                                                                   by Anton Apollo

Monday, April 23, 2012

PULAU DEWATA

Bali langitmu memerah mempesona kala senja
Seperti memendam percikan Surga
Teramat banyak keindahan menempat di sudut-sudut kotamu
Mimpi para tamu akhirnya tertidur pulas dalam pelukanmu
Bali fajarmu menyingsing penuh kehangatan
Hingga mereka semua hanyut jauh terbawa belayanmu 
                                     Nuansamu terbawa melekat kepadanya
By Anton Apollo

2 Dunia


Mungkin Topan Dan Risda
 ditakdirkan sebagai petualang
 tetapi dalam satu irama kehidupan yang berbeda
By. Anton Apollo

Cahaya mentari terasa menyengat pada sekujur permukaan kulit tubuh ini, belum usai Topan menenggak sebotol aqua sebagai penghantar kesejukan ia harus membuka tas Ranselnya untuk mengambil handuk kecil yang tertinggal didalam, maklum keringat mulai keluar silih berganti dari lubang pori-porinya. Topan menatap pemandangan di sekeliling nya,pandangan nya terarah pada tempat duduk yang kosong dihampirinya lalu duduk sambil mengelap keringat.

Terminal Bus ( Terminal lama)  siang ini tampak lengang tak seperti biasanya Topan melihat jam tangannya masih menunjukan jam 12.30 WIB Heh…Topan menghenduskan hidung nya serasa kesal karna ingin melanjutkan perjalanan nya ke Kota malang Sore harinya, topan kembali menatap pandangan sekeliling nya tak jauh dari tempat duduknya  Topan melihat seorang gadis yang keliatan nya ingin membeli sesuatu dari bakul rokok asongan, secara tiba-tiba tangan nya mulai merogoh sakunya he..he…Topan tersenyum kebetulan Rokok gue habis. 

Topan berdiri dengan cepat menghampiri bakul asongan, tampak si mas bakul asongan kebingungan, Sambil mesam-mesem Topan bertanya  kenapa mas? Enggak…mba ini membeli permen duitnya kegedean nggak ada kembalinya” jawabnya, oh itu masalahnya begini aja deh,daripada mas capek nukerin duitnya kesana-kemari mending pake duit saya saja kebetulan saya juga mau beli rokok ya..kan mba? Desak Topan” tapi kan kita belum kenal ! sela gadis tersebut lagi pula aku kan gak enak ngerepotin, Topan tersenyum matanya mengarah tajam kea rah si gadis tersebut eeh..gak apa-apa kok mba, kan saya juga gak tiap hari bayarin mba, kalau masalah kenal gak kenal kita kan bisa kenalan iya gak mas! Topan menyenggol lengan bakul asongan, kembali topan melirik wajah  si gadis sambil tersenyum mengiyakan, Topan membuka dompetnya lalu membayarnya, kemudian menghampiri gadis tak dikenal tersebut lalu langsung menyodorkan tangan nya” nama saya Topan nama anda siapa? 
Gadis itu pun menyambut perkenalan yang di tawarkan topan nama saya Risda, Senang berkenalan denganmu  jawab risda, sama-sama topan pun membalas Kok sendirian seh ris? Topan Bertanya, iya neh habis temanku tidak bisa nganter katanya seh ada ujian”waduh bahaya tuh tutur Topan cewek se cantik kamu jalan sendirian nanti kalau ada yang ganggu gimana? Kan ada topan tegas Risda, mendengar penjelasan Risda wajah topan langsung berubah memerah sambil cengar-cengir nggak karuan tangan nya menggaruk-garuk kepalanya, melihat gelagat topan seperti itu Risda langsung mengalihkan pembicaraannya, Topan..katanya, makasih ya! Tadi kamu sudah bayarin saya permen, oo..iya makasih kembali kamu juga udah mau saya beliin permen, Ngomong-ngomong kamu mau kemana Ris? Aku mau ke Surabaya kamu Pan mau kemana? Topan tidak menjawab langsung matanya tertuju pada tas Ransel dan bangku kosong di samping nya, Risda ngobrolnya di situ aja yuk?itu di tempat duduk yang kosong di samping nya ada tas ransel warna biru itu Ranselku, kalau kita ngobrol di sini nanti tas ranselku gak ada yang jagain bisa hilang kan berabe nanti, Setelah mereka duduk berdampingan  Topan berkata Ris tadi kamu Tanya apa? Huh..kamu ini gimana seh Pan! Baru segitu aja udah lupa! Balas Risda Iya deh sory..jangan marah dongTopan sedikit merayu bibirnya menawarkan senyum Risda pun serasa tak kuasa melihat senyuman Topan, Risda kembali mengutarakan pertanyaannya Topan mau kemana? Mau ke  Eeee..Rencana nya seh banyak ada beberapa kota yang mau aku datangi termasuk  tapi aku mau mampir Dulu di Soalnya aku punya teman di sana Jawab Topan, Dimana Pan aku kan punya teman juga di malang kata risda, Rumah temanku Di Perumahan sekalian mau mampir ke tempat wisatanya  itu lho…Pemandian air belerang dibawah kaki Gunung kata topan tempatnya bagus pokoknya asikkk deh, Topan langsung menyambung pembicaraan nya lagi Risda emang mau apa?mendengar pertanyaan Topan seperti itu Risda tampak kikuk gugup seperti ada sesuatu yang di rahasiakan dalam hatinya ia bertanya apa aku harus berterus terang? Ahhh…tidak! Pan rumah temanku di Perumahan  Risda datar. Lho kamu ini gimana seh Ris?aku kan Tanya kamu ke Surabaya ngapain? O…iya sory Pan aku ada urusan di sana, kamu gak kuliah? Tanya Topan lagi..nggak jawab Risda, terus di Jogja juga ada urusan? Nggak aku main ke tempat teman SMA ku kamu sendiri pan? Risda balik bertanya aku sedang berpetualang aku asliku dari dulu aku kuliah Di Universitas , Untuk menambah ilmu dan wawasan di luar aku pilih untuk berpetualang Alhamdulilah Kedua Orang tuaku mau mengerti  dan memahami keadaanku saat ini, wah kamu hebat pan kamu bener-bener petualang  jarang lho orang yang sedang menghadapi  suatu kejenuhan yang sangat berat tapi masih tetap optimis dalam menjalani roda kehidupan” Puji Risda, yaa..beginilah aku Ris Oh iya neh aku sendiri udah cerita panjang lebar kamu sendiri aslinya dari mana Ris? Tanya Topan Risda terdiam bukan nya menjawab malah melihat jam tangan nya ternyata sudah jam 17.20 wah tidak teras sudah sore juga ya baru selesai Risda berucap ternyata handphone dalam tas risda berbunyi, Risda agak sedikit menjauh menerima telephone selang dua menit, ia kembali menghampiri Topan dan berkata Pan kayaknya kita harus berpisah dulu aku harus berangkat segera karna besok pagi aku harus…..harus apa ris? Tanya Topan, harus menemui mu di Kota malang, mendengar ucapan risda seperti itu Topan seperti terkena Stroke badan nya kaku” Pan Temui aku besok pagi jam !0.00 di Hotel depan pertokoan Hero alun-alun  masalah asal usulku nanti aku ceritakan, Risda pun melangkah menuju bus Patas jurusan  topan hanya memandang,i  dalam langkahnya Risda menyimpan perasaan simpatik terhadap Topan yang seharusnya itu tidak boleh ada, begitu pun dengan Topan tatapan nya selaksa member isyarat untuk mengenal lebih jauh, Topan pun melangkah kan kakinya menuju Bus jurusan Malang yang memang hampir berbarengan berangkat. Di dalam Bus Risda merenungi pertemuan Singkatnya dengan Topan ia merasa ada sesuatu yang lain setelah pertemuan nya, namun ada sesuatu ganjalan pada dirinya ia tidak ingin Topan mengetahui kehidupan nya terlalu jauh. Sementara itu di lain Bus Topan sudah tertidur dibawa mimpi dan sejuknya Udara malam. Sekitar Pukul 01.00 dini hari Bus Patas yang di tumpangi Risda pun samapi di terminal Bungur Asri, baru Turun dari Bus yang di tumpanginya sudah ada se orang pria setengah baya yang menjemput, macet Ris? Tanyanya oo…tidak mas Risda pun melangkah dengan Pria Setengah Baya Menuju BMW nya, pagi harinya kira-kira jam menun jukkan pukul 08.00 Pagi Risda sudah di antar kembali oleh pria tersebut ke terminal , klek..Pintu mobil sebelah kiri terbuka bener neh kamu mau buru-buru pergi ke Malang?apa kamu gak capek? Nggak kok mas”apa gak sebaiknya menginap semalam lagi, nggak deh mas terima kasih, Rima langsung masuk ke dalam taxsi, taksipun melaju menuju kota . Sementara itu Topan Sedang asik menikmati air Malang, ia sedang mandi di tempat teman nya byur byur tra la la la la ….pan elo keliatan nya senang banget? Tanya kawan nya iya dong sahut topan bro nanti aku pinjam motornya yach! Mau kemana Pan..?kan kita mau ke kawan nya berteriak”nanti aja ke nya karna ada yang lebih penting! Terserah deh jawab kawan nya, selesai mandi Topan langsung melaju menuju  Hotel  sesampainya di sana ia duduk menunggu  tangan nya merogoh kantong ia menyalakan korek api untuk membakar rokok yang menempel di telinganya, sedang asik menikmati Rokok tiba-tiba ada suara memanggil Topan menoleh ke kiri ternyata Risda ia pandangi wajah Risda yang tampak ceria, Topan pun tidak dapat mengingkari bahwa dirinya memang mengagumi juga tertarik pada seorang Risda, Pan kok bengong seh Sapa risda udah lama nunggu yah? Sambil memegang Tangan Topan Rima minta di bawakan Tas nya kedalam” Pan tolong bawakan tasku dong ke dalam, Risda terus menggandeng tangan kiri  Topan sementara yang kanan membawa tas yang berisi pakaian,klek pintu kamar terbuka Pan bisa tunggu di luar aku mau ganti pakaian kita  ada vila temanku disana, katanya mau cerita cetus Topan, Iya nanti aku ceritakan semua nya di villa, ok siap jawab Topan sambil melangkah ke luar kamar, selang beberapa menit Risda Keluar dan langsung menuju Villa didaerah batu tepatnya di Selekta, Sesampainya Di villa wuihhh dingin  banget ya padahal belum sore-sore Amat iya sahut Risda, Pan ini kuncinya Topan pun bergegas memakirkan motornya dan membukakan pintu-pintu di villa tersebut, Pan Risda pun protes setelah masuk ke dalam villa tutup aja lagi pintu-pintunya dingin tahu berrrrr…oh iya sory-sory sahut topan, wah kamarnya ada satu neh teriaak risda, Topan menyahut Ya udah aku bobo di luar jawab nya jangan dong tar masuk angin sahut Risda Sambil tersenyum, Ini jaketnya Ris Teriak Topan, tolong dong bawakan kemari pan, Topan bergegas masuk membawa jaket di taruh mana Ris? Jaketnya simpan di pojok sana saja dekat cermin, tampak Risda Sedang duduk di atas tempat tidur, ketika berbalik tepat pandangan nya mengarah ke wajah Risda Tampak Risda sedang menatap Topan dengan tatapan matanya yang kosong, Topan pun dengan langkah perlahan mendekati Risda dalam hati kecilnya ia ingin bertanya tentang Asal- usul Risda, setelah mereka saling berhadapan, kata-kata tersebut menghilang seketika yang tampak hanyalah  empat sorot mata saling menatap” Pan apakah kau mencintaiku..sayang sama ku…Tanya risda?Topan diam tak menjawab tangan nya meraih tangan risda kemudian di genggam nya, Topan mencium bibir Risda yang tampak merah berseri, Risda pun membalas nya tak sadar, sesaat saja pakaian mereka terlepas satu persatu, mereka asik bercinta tanpa memperdulikan hal apapun hingga batas terakhir, tampak mereka tertidur lelap layaknya sepasang suami istri yang sedang kasmaran menikmati bulan madunya, Pagi -pagi Topan terbangun dan betapa terkejutnya ketika melihat sekeliling nya bahwa ia hanya se orang diri. Dengan gusar Topan memanggil – manggil nama Risda, tetapi Risda sudah tidak ada yang ada hanyalah sepucuk surat di samping cermin tempat dimana Topan meletakkan Jaketnya, Topan melangkah Perlahan di ambilnya sepucuk surat tersebut”  
Topan aku harus pergi  walaupun sebenarnya aku ingin selalu berada di dekatmu , menghabiskan hai-hari denganmu tetapi itu tidak mungkin karna aku adalah se orang wanita penghibur yang harus melayani siapa saja tamuku, semua itu kulakukan untuk sebuah harapan juga impianku,pertemuan singkat dengan mu sangat mengesankan buatku, akupun tak mau membohongi  diri sendiri kalau aku mengagumimu menyukaimu, ada sebait makna yang tersimpan setelah pertemuanku dengan mu wahai sang pangeran dan itu akan ku simpan selamanya, Topan aku ingin kamu menerima kenyataan pahit ini, yang benar-benar ada dalam kehidupan ini. Lanjutkan perjalananmu sang Petualang, Tolong  kunci Villa letakkan saja di bawah Pot bunga dekat gerbang,  lusa atau nanti jikalau waktu mengijinkan kita bertemu kembali  jika itu memang benar terjadi aku ingin bertemu kembali sudah dalam suasana yang berbeda, Grek ceklek…Topan menutup Gerbang Depan villa, Matanya menatap Langit seperti meminta pertolongan, beberapa detik kemudian Topan sudah Meninggalkan v illa tersebut dengan langkah pasti.
                                                                                   

Saturday, April 21, 2012

Sayang kamu tak di sini

lampu senja hiasi ruangan
Kemilau-kemilau Indah marmer tampak menghiasi sudut-sudut ruang
sofa nan indah tertata rapi di tiap siku, tuk manjakan tamu-tamu nya
Semerbak aroma farfum Import penuhi ruang
udara sejuk ac sesuiakan suhu ruang segarkan pernafasan
Sungguh tempat pesona menakjubkan bagai negri seribu satu malam, bak altar-altar khayangan
sayank kamu tidak di sini
tak berarti makna keindahan ini tanpa kehadiranmu
walau banyak gaun-gaun indah berjalan semampai

                                                                                                                                             By Anton Apollo

Wednesday, April 18, 2012

Secangkir Kopi

Hangat mentari serta suara kicau burung pagi
Bangunkan dari lelap
Sepi mereka pergi bersama segala aktifitasnya
Hanya sisa-sisa Embun pagi tampak menempel dirimbun daun
Belum juga tampak sosok Bidadari
Dengan Langkah gemulai, rambutnya terurai indah menawan
Sebagai perlawanan ,
Tuk duduk lalu berdiri menikmati Secangkir Kopi
Bersama mentari pagi nan indah berseri

                                                                            by Anton Apollo