Apalah beda tidur, tidak tidur nyaKetika tidurnya saja mimpi-mimpi kecintaan mu yang menghampiri
Hanya panca indra luar tampak terlihat memejamkan mata
Sekujur tubuh kaku, tapi tidak dengan organ-organ dalam tubuh
Seluruhnya merespon kehadiran mimpi-mimpi manja itu
Ketika terbangun tak jauh beda dengan tidur-tidur sebelum nya
Mereka bertanya? bukan kah cukup lama tidurmu..
Tapi mengapa tampak lesu, seolah -olah tak tertidur
Lalu mereka menasehati lagi? jangan biasakan bermalas-malasan
Iya, hanya kata iya mampu terlontar dalam ucapan nya
Tak mampu menerangkan tidurnya seperti meleknya
Malamnya, paginya, siang nya, sore nya
Mimpinya seperti perjalanan hari-harinya
selalu terbayang wajah itu termasuk pandangan matanya lentik jarinya keanggunan nya
Tak pernah lekang dari seluruh waktu
Detik, Menit, Jam dalam hidupnya
by Anton Apollo
No comments:
Post a Comment