Pages

Sunday, May 16, 2010

Pujian


Pujian - pujian itu berkumandang
Sesak memenuhi ruang
Dalam hati kecilnya menyimpan penantian
Terus berlanjut tetap berkumandang
Karna ia tahu ada jawab dalam penantiannya
bersama pujian - pujiannya

By Anton Apollo

Perubahan



Perubahan berjalan seiring waktu
Seiring Doa terkandung
Sekuat kenyakinan menyelimuti Hati
Serta Seramah Pemikiran suci
By Anton Apollo

Waham




Otak nya Terlampau Tersakiti
jiwa nya lirih merintih 
belajarnya  memahami sendiri
Para pertolongan...
Hanya sebatas untuk kuping kanan
Kirinya mengolah untuk membohongi dirinya lagi 
Wahamnya kebenaran dalam diri

 By Anton Apollo

Friday, May 14, 2010

Bisa bermimpi

Bukan keinginannya menapaki kehidupan seperti musim kemarau
Bagai berjalan di tepian jurang terjal
Kenyataan nya seperti itu saat ini
Jangan tambah lukai perjalanannya dengan duri-duri kecil menancap ditapak kakinya
Masih bisa bermimpi ia, muda masih
Masih bisa berdoa, cahaya doanya mampu menyelematkan nya



Sudahi Jangan caki makinya, ingatkhan saja
Ia masih bisa berdoa, Bisa bermimpi. 

by Anton Apollo

Wednesday, May 12, 2010

Berdua








Ingin Menggapai Rembulan Melintasi keindahannya
Jika engkau berada di sisi jiwa ini
Ingin Merebut Cahaya Mentari tuk menerangkan kemilau cinta
Jika engkau berada dalam dekapan raga ini
Ingin mereguk air keabadian
Agar selalu bisa melewati dimensi waktu
Berlayar Melintasi Samudra Raya Lewati bermacam keindahan kebahagiaan
Berdua bersamamu.

by Anton Apollo

Monday, May 10, 2010

Sepintas tetap ada


Sekelebatan saja saat itu
Sepintas seperti lembut mentari pagi
Luar biasa perkenalan ini menjelma menjadikan kompas kehidupan
Semua dapat Dibanggakan ketika Denganmu

Bak sepoi  angin dipesisir Pantai Nuansanya menyejukan hati
Terindah Melebihi indah elok senja hari
Terbawa tidur mengikuti masuk dalam alur mimpi
Hingga saat ini sampai tinta ini menuliskanmu



By Anton Apollo

BALI

Bali langitmu memerah mempesona kala senja
Seperti memendam percikan Surga
Teramat banyak keindahan menempat di sudut-sudut kotamu
Mimpi para tamu akhirnya tertidur pulas dalam pelukanmu
Bali fajarmu menyingsing penuh kehangatan
Hingga mereka semua hanyut jauh terbawa belayanmu 
                                     Nuansamu terbawa melekat kepadanya
By Anton Apollo

Sunday, May 9, 2010

Apa Kabarmu


Hai Orang Suci sambil berdjikir...
Apa kabarmu
Hai Orang Bijak Sambil termenung
... Apa kabarmu Hai Kemunafikan bersembunyi dalam nurani ini...Apa kabarmu Hai kedengkian sambil bersemayam di jiwa ini... Apa kabarmu Kusapa semua engkau hari ini Apa kbarmu...

by Anton apollo

Saturday, May 8, 2010

Ketika ratusan nyawa tak lagi bersuara


Saat ratusan Ekspresi terhenti
Dalam kobaran api meluluhkan tulang-tulang
Aku adalah Debu, dari puing-puing berjatuhan
aku adalah asap hitam dari kobaran api membumi hanguskan
Aku adalah darah dari banjir menenggelamkan nyawa
Dan...
Engkau adalah Petaka kutulis
Dari setiap darah..Debu..Api...
meraung-raung kesakitan dalam liang keabadian.

by Anton Apollo

KepadaMU


Hari ini aku masih di sini
Menikmati menu sajianMU
Yang tak pernah mengurangi sedikitpun kekayaanMU
Sungguh takkan terhitung

Hari esok akupun tak tahu
Apakah  bintang itu  masih merah menyala
Apakah keangkuhan-keangkuhan itu masih berdiri tegar
Ataukah jatuh tersungkur di hadapaNYA
Yang ku bisa mencoba dan terus mencoba
Menanam benih yang disediakanNya
Semoga harapan itu masih ada
BISMILLAH, BIQUWWATILLAH, WABINASHRILLAH

by Anton Apollo

Mengenang Mu di Waktu malam

Saat engkau datang semula biasa saja
Ketika berkenalan ada rasa tuk bersatu
Sewaktu kau pulang aku sendiri di sini..
Ada sesuatu aneh seperti kehilangan
Membuatku resah, dan..
Aku sudah tak bisa berbuat apa-apa 
Kecuali mengenangmu di waktu malam.


By anton apollo

Ingin menemanimu

Sepertinya hasrat ini meluap meluas
Ingin menemanimu..
Seperti Bumi menemani langit
Seperti lautan Menemani daratan
Seperti karang menemani debur ombak
Seperti waktu menemani hari
Bukan mimpi-mimpi bayanganmu 
melainkan arti kisah terajut hari kehari.

 By Anton Apollo

Friday, May 7, 2010

LARUT

Dimana Bersembunyi mu..Kemana larinya Tiada jejak Tapak kaki Sedikitpun.. Di kesunyian Sbelah Mana hingga kau larut Menyatu Dengan nya.. Habis Engkau bawa Kau Reguk semua Keyakinan Dan Doa..Serta dahaganya Malam2mu Pengantin Sedangkan di Sini Penantian.

By Anton Apollo

KECINTAAN


Kecintaan Hanya Milik Seorang Pecinta Sejati.. Selalu Bersujud Terjaga Oleh Wudhu nya.. Ketika Seruan Adzan datang Berkumandang..  Hiasi Hidupnya Bagai Taman-taman nan Indah Dipedalaman Hutan Belantara.. Beserta aliran Sungai-sungai benging mempesona.. Semua nya Terlakukan Oleh Keikhlasan Antara dirinya Dan Sang Penciptanya Sebagai Tanda Cinta nya Abadi Selamanya.

 By Anton Apollo

Thursday, May 6, 2010

ALAMI


Bunga cinta mekar tumbuh alami dalam diri ini
Seperti layaknya bunga di taman tumbuh bersemi
Menampakkan keindahannya Bukan bentuknya
Yang dapat di pegang di petik dicium aromanya lalu di buang.

  By Anton Apollo

RINDU

Malam semakin larut suara obrolan mulai tak terdengar
Cuma ada diriku,serta rintik hujan menemaniku
Anganku semakin terbang melayang, menembus rintik hujan
Rinduku tak tertahankan untukmu seorang
Ah..Udara malam ini semakin menembus poriku
Andai kita berdua ada di sini, disuasana seperti ini..Saling berdekapan bercerita tentang ...cinta Aku rasa udara dingin malam ini enggan mengganggu kita.
                                                                                                                  by Anton Apollo

PENDAKI


Jiwa ini adalah kebebasan
Menempel Pada celah-celah bukit pegunungan
Mendengkur menikam kesunyian
Nadiku gemuruh angin
Menjelma jadikan irama musik keheningan, menghantarkan tuk terus melangkah menggapai puncak
jalanan setapak istana nya, merindukan walau terus meninggi
Sedangkan Embun adalah pembersih jiwanya
Dari debu-debu kawan setia perjalanan.

By Anton Apollo

EDELWISE


Puncak gunung Tinggi Nan Sunyi...Tempat para pendaki melepas Segalanya. Hilang sudah lelah jika bersandar di puncaknya. Terlebih ketika pandangan melihat Bunga Kecil Putih Berseri
Edelwise..Mungil nan mempesona
Edelwise Menunjukkan Keabadian, Kemisteriusan alam
Tercipta untukmu diketinggian. Dimana semua tampak tak terlihat dari puncak ini, namun edelwise kecil tampak berseri seperti senyum para bidadari.

By Anton apollo

PUJIAN


Sayup-sayup terdengar suara Pujian itu.. Walau dari celah-celah kecil terus mengeluarkan suaranya.. Berjalan terus mengaliri garis-garis bumi.. Ter tatih-tatih mengusap semua khilafnya.. Ditempatnya berteduh masih tampak mentari pagi juga rembulan malam.. Tuk bekal disuatu masa diperjalanan amat teramat panjang.. Berharap keyakinan bisa menghantarkan ke singgasana sesungguhnya.. Lewati Semua balasan nya.

By Anton Apollo

CINTA


Jangan Atas Namakan Cinta... Jikalau menimbulkan pertengkaran... Terlebih dendam berkepanjangan... Sebab Cinta Dirajut Oleh Benang-benang Emas... Bahan nya terbuat dari Sulaman-sulaman Intan Permata... Tak kan bisa menimbulkan kegelapan.. Di tempatkan di kegelapan teramat gelap Sekalipun.

By Anton Apollo

APOLLO


Dipojok keramaian kota.. Ditengah-tengah perubahan zaman.. Kita masih setia berada disini Apollo..Disamping Gedung tuanya.. Kosong tak terisikan apa-apa.. Seperti menyimpan kebisuan..sekaligus kenangan panjang sejarah kota ini.. Apollo menyimpan misteri serta cinta terpendam Se iring gembira, Keluh kesah Cerita warganya.

                                                                                        By Anton Apollo

CARINGIN


Ku lihat Matahari pulang ke pelukan sisi Bumi lain nya.. Di tengah senja Merah merona diujung laut.. Sore nan Romantis Dibibir Pantai Caringin.. Ingatkan Tentang Keindahan juga Kedamaian tiada henti.

By Anton Apollo

AULIA ALLAH


Aku datang menghampirimu ya Aulia Allah.. Bukan tuk menyembahmu... khadiran ini untuk meneruskan doa-doa mu.. Mengingat segala perjuangan serta Napak Tilasmu.. Terima lah Silaturrohmi ini Ya Aulia Ya kekasih Allah.

By Anton apollo

MENANGIS


Menangislah karena kesalahannya...

Bukan karena Cintanya...

By anton apollo

IBADAH


Tidak Ada Yang Lebih Mulia Di Dunia Ini...,

Kecuali BeribadaH  Kepadanya...


                                          By Anton Apollo

DIRI SENDIRI


Perubahan Besar Di mulai...

Dari Yang Kecil Dari Diri Sendiri...

    
                                         By Anton Apollo

Wednesday, May 5, 2010

PELANGI

Biarlah Bulan bintang tetap bersinar menemani gelapnya malam.. Biarlah Rasa ini Berjalan mengikuti alur hatinya.. Seperti Pelangi Menghiasi panas Sinar Mentari.. Kan Selalu Ada bersama cahaya-cahaya kecilnya.

                                                                                      By Anton Apollo

HARI IBU


Mega mendung memberikan kesejukannya hari ini Spesial Untukmu Ibu.. Tak ada yang pantas untuk membayar tentang apa yang telah engkau berikan pada anakmu ini.. Semenjak dalam Kandungan Sampai detik ini.. Walaupun Seisi bumi Langit Di Cerai berai di ambil Kemahalannya.. Selamat Hari Ibu Bu.

                                                                                                      By anton apollo

DOA


Doa Adalah
Kesucian Dari Hal.....
Yang Paling Suci...

   By anton Apollo

SELALU ADA

Embun-embun pagi masih Tampak berkilau terkena pancaran sinar mentari pagi.. Sebentar lagi akan hilang menguap ke udara berbaur dengan semua.. Dini hari nanti kan datang lagi, selalu datang menemani Mimpi mimpi mu.. Bgitu pun akan kecintaan ini Kepadanya akan selalu datang selalu datang lagi..
  
                                                  By anton Apollo

KETULUSAN

Biarlah Rasa itu Selalu Ada.. Lewati Dimensi Ruang  waktu.. Jelajahi kerinduan  samudra Terluas.. Ciptakan Taman-taman Indah dibentangan khayangan.. Tiada Mengharap Ataupun Menanti Rasa Itu Tercipta Terbentuk Abadi.
                                 By Anton Apollo

Salam Cinta


Salam Cinta tuk Semuanya...Teruntuk Kedamaian yang Selalu Bersemayam Direlung-relung hati Para Pecinta..Dalam Gundah nya Dalam Senangnya Begitu pun Kerinduannya.

By Anton Apollo

Tuesday, May 4, 2010

AROMANYA

Aroma wewangian itu selalu ada menjelma disekitar hirupan nafas ini.. Sepertinya Merpati selalu setia terbang membawa keharuman itu.. Ketika tidur Aromanya bersemayam dipelataran jiwa ini.. Kesejukan pagi pun tak sanggup menghilangkan Aromanya.. Terkurung Bahagia Dalam Taman Mawar Terlilit duri-duri Tajam nya nan Indah Mempesona.

               by Anton Apollo

KISAH KASIH

Ijinkan Cinta Untuk Meluluri Seluruh kedengkian di sela-sela kecil jasad ini.. Menghapus Amarah Dengan doa.. Membingkai Emas Keromantisan.. Agar Bisa selalu Merasakan Getar-getar nya.. Memeluk Erat Kisah Kasih ini..
                   
By Anton Apollo

UNTUK GUSDUR

Bunga Cinta Itu Tidur Terlelap di Kedalaman Teramat dalam.. Wanginya Semerbak Menghiasi Sisi-Sisi langit.. Mengundang Siapa Saja Tuk Menghirupnya.. Suara-suara Rindu Terus memanggilnya Berharap Masih dapat merasakan aromanya.. Namun Ia Sudah Tertidur dan Sangat terlelap Sekali diperistirahatan Nya. 

                                                     By Anton Apollo

TAHUN BARU

Selamat Datang Tahun Baru.. Jangan Temani tahun ini Dengan Kesedihan.. Dengan Segala macam bentuk Kepenatan.. Datang kan yang Baik-baik Saja..Roman-roman saja.. indah-indah saja.. Karna kita Ingin menikmati nya.
                                   By anton apollo          

Kenangan

Saat engkau datang semula biasa-biasa saja
Ketika berkenalan ada rasa tuk bersatu
Sewaktu kau pulang dan aku sendiri di sini..
Ada sesuatu yang aneh yang ku rasakan, seperti kehilangan
itu Membuatku resah, dan..
Aku sudah tak bisa berbuat apa-apa
Kecuali mengenangmu di waktu malam.

 By Anton Apollo

Monday, May 3, 2010

Untuk sebuah nama Ibu



Menjerit Jiwanya Ketika Sinar mentari Tak lagi Dapat Menyinarinya Ketika Rembulan Malam Tak mampu lagi menenangkhan nya
Hanya ada satu Nama Dalam benaknya Teramat Dalam Ketika Terbata -bata Nama itu Terucap dari bibirnya
Dalam Setiap Ucapan nya Seperti mengandung Ribuan nyawa Ada Semangat Membara Terlihat Dari Kening juga Sorot Matanya
Ibu.....Ibu.....Ibu..... Nama itu Terus Terucap Sambil menggenggam Jemarinya Erat Perlahan - lahan terbangun..
Kemudian Berlari Seperti ada kekuatan besar dalam Nadinya.. Sambil berteriak Ibu...Ibu....Ibu...
Dalam dendam membara ia berlari Untuk KehidupaN juga Untuk Sebuah Nama Ibu.
By Anton Apollo