Pages

Monday, May 3, 2010

Untuk sebuah nama Ibu



Menjerit Jiwanya Ketika Sinar mentari Tak lagi Dapat Menyinarinya Ketika Rembulan Malam Tak mampu lagi menenangkhan nya
Hanya ada satu Nama Dalam benaknya Teramat Dalam Ketika Terbata -bata Nama itu Terucap dari bibirnya
Dalam Setiap Ucapan nya Seperti mengandung Ribuan nyawa Ada Semangat Membara Terlihat Dari Kening juga Sorot Matanya
Ibu.....Ibu.....Ibu..... Nama itu Terus Terucap Sambil menggenggam Jemarinya Erat Perlahan - lahan terbangun..
Kemudian Berlari Seperti ada kekuatan besar dalam Nadinya.. Sambil berteriak Ibu...Ibu....Ibu...
Dalam dendam membara ia berlari Untuk KehidupaN juga Untuk Sebuah Nama Ibu.
By Anton Apollo


No comments:

Post a Comment