Ketika ratusan nyawa tak lagi bersuara
Saat ratusan Ekspresi terhenti
Dalam kobaran api meluluhkan tulang-tulang
Aku adalah Debu, dari puing-puing berjatuhan
aku adalah asap hitam dari kobaran api membumi hanguskan
Aku adalah darah dari banjir menenggelamkan nyawa
Dan...
Engkau adalah Petaka kutulis
Dari setiap darah..Debu..Api...
meraung-raung kesakitan dalam liang keabadian.
by Anton Apollo
No comments:
Post a Comment