Pages

Saturday, May 8, 2010

Ketika ratusan nyawa tak lagi bersuara


Saat ratusan Ekspresi terhenti
Dalam kobaran api meluluhkan tulang-tulang
Aku adalah Debu, dari puing-puing berjatuhan
aku adalah asap hitam dari kobaran api membumi hanguskan
Aku adalah darah dari banjir menenggelamkan nyawa
Dan...
Engkau adalah Petaka kutulis
Dari setiap darah..Debu..Api...
meraung-raung kesakitan dalam liang keabadian.

by Anton Apollo

No comments:

Post a Comment